MY GRAN ESPERANZA (3)

Samudera Artika

Setelah menangis – nangis Bombay gara-gara judul tugas akhirku yang buntu, aku putusin buat nekat maju ke dosen untuk minta wejangan awal dan persetujuan biar tugas akhirku ini dapet diterima. Dengan berharap-harap lemas, aku buletin tekadku yang awalnya nggak berbentuk rupa. Sampai-sampai aku ngikutin ritual aneh yang aku dapet dari seseorang. Ya.. sebut saja bunga deh.

“Biar dosen kamu nggak neko-neko dan lancar semuanya, kamu harus tatap titik diantara kedua matanya sambil tahan nafas dan bilang dalam hati, apa bedanya, rohmu dan rohku. Selama 5 kali!”

Oke, awalnya aku agak ragu. Seumur hidup, kalo mau menghadapi hal-hal yang genting aku nggak pernah ngelakuin hal-hal macem gitu. Tapi ternyata, TA udah ngerubah semua itu.

Misi pertama.

menemui dosen di sebuah lab yang dinginnya 11-12 ama kutub utara. Tapi nyatanya selama disitu aku malah kepanasan karena saking tegangnya. Sesuai saran dari ‘bunga’,  aku mulai mantengin titik diantara mata beliau. Dan berhasil. Kemudian…

Lihat pos aslinya 498 kata lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s