Cinta Itu Bukan Punya, Tapi Mengerti

The Pieces of Yoga's MInd

Cinta Itu Bukan Punya, Tapi Mengerti

Ariana telah mengucapkannya, berhasil membuat Daniel terpaku.

“Aku tahu kau akan segera meninggalkanku disini, jadi setidaknya ini yang aku bisa lakukan,” ucap pria dalam balutan tuxedo hitam itu. Daniel kemudian menarik lengan Ariana yang memakai gaun berwarna hijau, senada dengan warna iris matanya. Ariana tersentak kemudian mengikuti pria yang telah ia kencani selama 4 tahun terakhir ini.

“Ariana, aku tahu kita bukan pasangan yang sempurna. Kita bukan pasangan yang baik,” ucap Daniel dengan nada bergetar. “Namun, satu hal yang aku ingin kau tahu, bahwa aku mencintaimu.” jelasnya dengan mata yang berkaca-kaca.

“Daniel, aku juga begitu. Namun sudah terlalu lama aku menunggumu untuk membuktikan cintamu,” balas Ariana sambil menggenggam erat tangan Daniel. Mata hijaunya bertemu dengan mata biru Daniel, keduanya berkilat karena cahaya bulan. Daniel menghela nafas, mencoba mengumpulkan keberanian.  Ia merogoh kantongnya, mencoba mengambil benda yang bisa menentukan klimaks hidupnya.

“Ariana,maukah kau menjadi pendamping…

Lihat pos aslinya 456 kata lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s